
Drs. Nandang Hidayat. M.Si
KUNINGAN, BR. Kegelisahan guru dan siswa terkait pelaksanaan Ujian Nasional terjawab sudah. Isu bahwa UN akan dilaksanakan bulan Maret terkait adanya pesta demokrasi (pemilu) ternyata tidak benar, ujian nasional akan dilaksanakan pada tanggal 27-30 April 2009 setelah pemilu.
Kabid Pendas Dinas Pendidikan Kab. Kuningan, Drs. Nandang Hidayat, M.Si ketika dikonfirmasi BR di ruang kerjanya, Kamis (26/2) mengatakan, ujian nasional untuk tingkat SLTP dikabupaten Kuningan sudah dapat dipastikan akan dilaksanakan pada tanggal 27-30 April 2009.
“Seluruh materi ujian semuanya dari pusat sebanyak 4 mata pelajaran yaitu matematika, IPA, bahasa Indonesia dan bahasa Inggris dengan nilai standar kelulusan untuk tiap-tiap mata pelajaran 5,50 hingga tolal nilainya 22,”katanya.
Dari ke 4 mata pelajaran itu kata Nandang, diperbolehkan ada nilai 4,0 untuk 2 mata pelajaran dan satu pelajaran 4,25, tetapi sisa yang satu mata pelajaran lagi nilainya harus 9,75, hingga kalau di total jumlah nilainya tetap 22.
“Untuk Kabupaten Kuningan, tahun ini diharapkan target kelulusannya mencapai 100 persen,”tegasnya.
Untuk itu masih kata Nandang, guru maupun siswa harus mempersiapkannya dari sekarang, baik itu pengayangan (les-red) maupun try out di masing-masing sekolah hingga sasaran 100 persen kelulusan dapat tercapai.
“Saya menghimbau siswa memperbanyak waktu membaca dan belajar tidak hanya sore hari tetapi juga setiap ada kesempatan. Peran serta orang tua juga sangat diperlukan untuk selalu memantau langkah-langkah belajar putra putrinya hingga hasil ujian nasional berhasil sesuai dengan harapan,”imbaunya.
Sementara lanjut Nandang, untuk siswa yang tidak bisa ikut ujian nasional dikarenakan sakit, akan diadakan ujian susulan dengan materi soal yang berbeda. “Ujian susulan akan diberikan bagi siswa yang benar-benar sakit yang disertai surat keterangan sakit dari dokter,”tegasnya.
Ditempat terpisah, pakar pendidikan Kuningan, Drs. Solehudin, M.BA kepada BR mengatakan, harapan siswa untuk bisa lulus berpulang dari siswanya juga. Karena itu, seorang siswa harus mampu menyadari keberadaannya yang harus senantiasa belajar.
“Kuncinya, persiapkan sejak dini, tidak perlu menunggu hingga dekatnya waktu UN. Persiapan sejak awal akan lebih matang dan UN tidak lagi menjadi momok yang menakutkan,”pungkasnya. (j’ly)